Sabtu, 16 Oktober 2021

Pohon Waru (Hibiscus)

 

Pohon Waru (Hibiscus)



Terdapat beberapa jenis pohon waru yang tumbuh  liar di berbagai tempat di negara kita,diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Hibiscus similis Bl. (waru gunung atau waru gombong) memiliki bentuk pohon, daun, bunga dan buah yang serupa dengan Hibiscus tiliaceus, dengan hanya sedikit perbedaan. Di antaranya, dengan kelenjar tulang daun yang lebih jauh dari pangkal; tangkai bunga yang sedikit lebih pendek; daun kelopak yang hanya melekat setengah jalan; dan biji yang berambut kasar.
  2. Hibiscus macrophyllus Roxb. (tisuk atau waru lanang) memiliki bentuk pohon yang kurus tinggi, terutama ketika muda; berdaun jauh lebih lebar; dengan daun penumpu yang panjang
  3. Thespesia populnea Soland. juga disebut waru laut atau waru lot; memiliki daun seperti kulit yang tidak berbulu, melainkan bersisik coklat rapat, tampak jelas pada daun yang muda. Bunga serupa dengan bunga waru, namun tangkai putiknya tidak berbagi di ujungnya..
  4. Hibiscus mutabilis L. disebut juga waru landak. Berukuran daun lebih kecil, 5-8 cm. Bunganya keluar dari ketiak daun dan berkumpul di ujung tangkai. Pada pagi hari, bunganya putih dan berbentuk dadu, dan di sore hari layu menjadi merah. Lendir daun digunakan untuk melunakkan bisul yang keras

 Adapun masih banyak jenis pohon waru yang sudah dikembangbiakkan di Indonesia,khususnya untuk tanaman hias terdapat berbagai jenis pohon waru,termasuk waru variegata.Berikut adalah beberapa contoh model bonsai dari material pohon waru yang mungkin bisa kita jadikan refferens




Pada umumnya tanaman ini dikenal sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun tajuknya tidak terlalu rimbun, waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Waru mudah diperbanyak dengan stek. Namun, lebih bagus tumbuhan ini diperbanyak dengan biji agar menghasilkan akar yang lebih sehat.

Banyak para pemula dalam bonsai yang menganggap bahan waru lokal atau jawa tidak bagus. Anggapan tersebut dikarenakan seringnya melihat pohon waru perindang dipinggir jalan dengan ukuran daun yang besar sehingga menganggap waru tidak bagus dijadikan bonsai. Sebenarnya kalau tau tehniknya pohon waru dijadikan bahan bonsai bisa sangat istimewa dengan batang berkarakter tua dan perakaran yang bagus.


 

Pembentukan waru relatif mudah, pohon ini bertumbuh dengan cepat serta sangat tahan terhadap perlakuan keras menjadi poin plus untuk membuat pohon ini menjadi bonsai berkualitas. sobat jogjabotani, meskipun pohon waru lokal / waru jawa ini tumbuh liar dengan harga bibit yang sangat murah bahkan gratis dengan mencari sendiri dipinggir jalan, namun keindahannya tidak kalah dengan bonsai jenis pohon lain.





Kita bisa mulai menanam dan membuat bonsai waru lokal / bonsai waru jawa dengan cara stek batang, cangkok ataupun pendongkelan dari alam.

 

baca juga: Tips Merawat Bonsai Anting Putri

 

Cara Mengecilkan Daun Bonsai Waru Lokal

Sebenarnya untuk mengecilkan daun waru adalah mudah sama dengan teknik mengecilkan daun bonsai bahan pohon lainnya. Prinsipnya dengan banyaknya ranting tumbuh maka otomatis daun waru akan mengecil. Jadi ketika menghendaki daun berukuran kecil sebaiknya program perantingan dan pruning rutin juga diperhatikan. Selain cara memperbanyak perantingan, pengerdilan daun juga bisa dilakukan dengan cara memindah bonsai ke media pot yang berukuran lebih kecil dan pemanasan sinar matahari penuh.



Penggunaan media pot yang berukuran kecil akan membuat ukuran daun tumbuh berukuran mengecil. Hal ini dikarenakan akar waru yang sudah banyak memenuhi pot akan mengurangi pula kita penggunaan media tanah. Dari terbatasnya media tanah, jumlah unsur hara yang diserap dari media tanah akan sedikit pula, padahal akan dibagi ke banyak ranting. Cara tersebut efektif untuk mengerdilkan daun bonsai waru lokal atau bonsai waru jawa.

bagi sobat jogjabotani yang masih dalam proses awal pembentukan karakter batang bonsai atau pembentukan karakter akar, pengecilan daun ini tidak disarankan. Ukuran daun yang kecil ini memperlambat juga pembesaran ranting dan akar. Jadi kalau daun sudah berukuran kecil dengan media pot yang kecil pula akan sulit membentuk besar batang, percabangan dan akar. Pengerdilan daun ini dilakukan ketika semua tahap pembentukan karakter batang akar dan ranting sudah tercapai.

Program Waru

Perlu diketahui pohon waru tidak seperti kimeng yang cepat pulih apabila dilakukan pecah batang. Waru sedikit proses dan butuh pengontrolan agar batang waru tidak terendam media tanah. Bersihkan selalu tanah yang mengenai bekas luka akibat pecah batang agar kambium pohon tidak membusuk. Agar luka bekas pecah batang cepat pulih, kita bisa selimuti bekas luka tersebut dengan kain agar lembab. Dengan kondidi lembab, luka kambium bisa cepat menutup.

 

Pemangkasan akar pohon waru dilakukan lebih sering dari pohon pada umumnya, mengingat pohon ini memiliki akar yang cepat sekali tumbuh,

 

Habitat Dan Media Tanam

Pohon waru biasanya tumbuh subur disamping parit atau sungai dengan sinar matahari sepanjang hari, Untuk media Pohon waru tidak terlalu sulit, bahkan tanah murni dicampur pupuk untuk pohon ini juga sudah bagus, biasanya para pebonsai menggunakan tanah dicampur pasir malang atau sekam(bisa ditambah cocopead). untuk pupuk juga pohon waru tergolong mudah beradaptasi.

 

 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

 

Selasa, 12 Oktober 2021

7 Langkah Mudah Membuat Bonsai

 

Berikut ini beberapa langkah-langkah garis besar untuk membuat bonsai


 

1. Langkah pertama, Menentukan dan mempersiapkan bibit, pot dan alat

Tahapan pertama yang dilakukan dalam membuat bonsai adalah mempersiapkan bibit yang akan ditanam. Bibit yang bagus pilih yang memiliki ciri bonggol yang cukup besar. Untuk ukuran bibit bonsai bisa dipilih sesuai kebutuhan.

 Selain bibit, kita juga harus menyediakan pot sebagai tempat menanam. Ditambah kawat khusus bonsai dengan ukuran 2 dan 3 mm untuk digunakan membentuk alur tumbuhan. Kemudian siapkan juga gunting untung memangkas cabang pohon.

 

 2. Langah kedua, menyediakan Media Tanam

Yang dilakukan pada langkah ini adalah menyediakan media tanam yang baik. Sebelum proses penanam, tempat menanam bonsai diberikan nutrisi yang cukup.

Media tanam bisa menggunakan pasir malang, sekam, atau media jadi yang dijual ditoko tanaman.

 



3. Langkah Ketiga, Penanaman

Lakukan proses penanaman bibit, pindahkan bibit dari polibek kedalam pot dengan hati-hati agar serabut akar tidak rusak dan membuat pohon jadi stres, setelah proses pemindahan sebaiknya pohon ditaruh ditempat teduh dahulu, biarkan pohon beradaptasi 1-2hari.

4. Langkah Keempat, Merawat Bakalan Bonsai

Setelah ditanam bakalan bonsai akan mencoba beradaptasi dengan media tanam yang baru. Waktu yang dibutuhkan dalam beradaptasi penuh sekitar 2 sampai 3 minggu.

Dalam proses adaptasi bonsai tidak perlu diberikan pupuk. Hal ini dilakukan agar akar tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik. Selain itu, akar yang belum sepenuhnya bekerja bisa terganggu dengan pupuk, pupuk diberikan jika akar sudah benar-benar bekerja baik.

baca juga  Klasifikasi Pohon Cemara

 

5. Langkah kelima, Memangkas Dahan

Tahap ini kita melakukan pemangkasan terhadap dahan-dahan yang memiliki pola kurang sesuai dengan keinginan kita. Memangkas dahan juga akan membuat bakalan bonsai lebih menarik dan merangsang tanaman ini untuk menumbuhkan daun yang baru. Hasil akhir yang diharapkan pada tahap ini ialah terbentuknya dahan dan batang yang kuat dan terlihat klasik.

Bonsai bunga mawar-jogjabotani

 6. Langkah keenam, Membentuk pola bonsai

Tahap membentuk pola bonsai membutuhkan alat berupa kawat. Untuk fungsi dari pemakaian kawat adalah untuk membentuk bonsai sesuai selera. Dengan cara menahan pergerakan pertumbuhan pohon dan mengarahkan kepada bentuk yang kita inginkan.

Kawat yang dipasang pada bonsai ini dibiarkan sekian waktu, sampai terbentuk pola yang sesuai dengan keinginan. Untuk mendapat hasil yang terbaik, perlu untuk mengetahui tahapan dalam memamasang kawat dengan tepat. Berikut ini tahapan-tahapannya.

Tahapan pertama adalah melilitkan kawat secara memutar dari pangkal dahan bonsai sampai ujung dahan. Tahap ini cukup penting dan berpengaruh besar untuk hasil kedepannya. Untuk itu perlu hati-hati dan teliti dalam melakukannya, terutama pemasangan kawat pada daun jangan merusaknya. Bisa menggunakan alat bantu seperti tang untuk memudahkan proses melilitkan kawat.

Namun, kita juga tidak boleh ragu atau takut saat proses pemasangan kawat. Sebab bekas kawat yang melilit akan membentuk pola guratan yang menarik. Bisa jadi karena kesalahan pemasangan kawat, kedepannya bisa membuat bonsai menjadi unik dan indah.

Tahapan terakhir adalah melepas kawat pada tanaman bonsai. Pelepasan dilakukan ketika kawat yang melilit sudah mulai terlihat masuk kedalam batang bonsai.

 

7. Langkah ketujuh, Memberi pupuk bonsai

Langkah terakhir dalam proses membuat bonsai adalah pemupukan. Proses pemupukan merupakan bentuk booster agar cepat tercipta anak ranting yang rapat. yang perlu diperhatikan pada proses npemupukan adalah pada takaran dan konsentrasi pupuk yang harus sesuai dengan jenis tanaman.

Perbedaan setiap jenis pupuk terletak pada kandungan nitrogen, fosfor, dan potassium. Ketiga jenis bahan tersebut merupakan faktor penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bonsai.

pastikan memilih pupuk yang sesuai untuk setiap jenis tanaman, saya contohkan tanaman anting putri hanya cocok dengan pupuk yang sifatnya soft, seperti Decastar, pemupukan berlebihan pada anting putri bisa mengakibatkan daun menjadi kuning atau bahkan mati.





inti dari proses adalah kesabaran, semoga bermanfaat, salam budidaya


 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

 

 

 

 

 

 

 

Pohon Cemara Udang

 

Tips Menanam dan Merawat Merawat pohon Cemara Udang 

 

Salah satu tanaman hias  yang indah dan istimewa untuk dibentuk adalah pohon cemara. karena memang karakter bentuk tanaman cemara sangat cocok untuk bonsai, salah satu jenis cemara yang banyak digunakan sebagai bonsai adalah pohon cemara udang, kelebihan dari pohon cemara udang terletak pada batangnya yang keras berkarakter tua dan daun berbentuk jarum yang tumbuh di ujung batang menjadikannya makin indah dipandang mata. batang -batang pohon cemara udang yang kokoh membentuk struktur bonsai secara alamiah, hal ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi para penghobi bonsai.

sobat jogjabotani, untuk menanam pohon cemara udang ini tidaklah terlalu sulit
 
Berikut Tata Cara Menanam Bunga Cemara Udang :
  1. Untuk penanaman dalam pot, yang harus kita siapkan adalah menyiapkan media berupa tanah humus dengan campuran  sekam bakar. Hal ini memungkinkan unsur hara terpenuhi, selain itu media juga bisa tetap terjaga keporosannya karena campuran sekam.
  2. Jika Kita ingin menanam tanaman cemara udang ke dalam tanah langsung(ground), pilihlah area yang cocok yang sekiranya unsur nutrisi, sinar matahari dari lokasi tanah tersebut terpenuhi. pebonsai biasa menggunakan ban mobil bekas yang diisi media bagus dan pupuk kemudian diletakkan ditanah, dengan harapan akar akan tetap kebawah menembus tanah, selain itu juga memudahkan saat memindahkan (naik pot). Menanam pohon cemara udang di tanah langsung memang lebih di anjurkan, mengingat cemara udang yang berjenis pohon jenis kayu keras ini pertumbuhannya lumayan lambat. 

 
cemara udang mahal juara jogjabotani.blogspot. com

TENTANG MEDIA TANAM CEMARA UDANG

Ternyata hal penting dalam penanaman bonsai khususnya cemara udang adalah dari media tanamnya. sobat jogjabotani sebaiknya memakai media tanam yang tepat yakni humus. sobat bisa memberikan humus dengan memperhatikan berbagai faktor seperti humus dari sisa daun dan tanaman yang sudah matang.   

Jika humus yang dipakai memakai tanaman atau daun mentah justru kandungannya malah bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Agar hasil lebih maksimal, kamu bisa melakukan steril terhadap humus yang akan dipakai. Caranya cukup mengeringkan humus tersebut di bawah sinar matahari yang terik.
 
Setelah kering, sobat jogjabotani cukup mengayak humus supaya jadi butiran halus dan juga seragam. Rendam humus yang sudah diayak tadi di dalam air sehingga bisa menjadi busuk dan lembut layaknya tanah. Nah, jika sudah benar-benar kering kamu tinggal meletakkannya di dalam sebuah wadah yang besar misalnya drum.   

Siram humus dengan insektisida misalnya Suprasid supaya merata. Hal ini dilakukan supaya hama yang menyerang media dapat dicegah lebih awal. Biarkan  kurang lebih dari 24 jam dan kemudian cuci dengan air bersih. Hal ini akan membuat baunya hilang.   

Agar fungsinya jauh lebih optimal, kamu perlu menyimpan humus di dalam karung selama 1 sampai 3 bulan. Setelah itu barulah kamu bisa mencampur humus dengan bahan lainnya. Jika proses yang kamu lakukan benar maka humus akan memiliki bau layaknya harum tanah. Kamu tidak akan mencium bau pembusukan.   


Tak hanya humus, sobat jogjabotani juga perlu memilih bahan campuran yang bisa jadi media tanam terbaik. Ingat bahwa habitat pohon cemara udang yang asli adalah pantai berpasir. Maka dari itu, kamu harus mencampur humus dengan pasir sebagai pencampuran media. Selain pasir, pakai tanah, batu berongga dan batu pasir kasar. Perbandingan dari bahan ini adalah 2 humus, 1 tanah dan juga 1 batu berongga.   

Campur semua bahan tadi secara merata. Ada banyak manfaat jika kamu memakai campuran ini. Salah satunya adalah bisa membuat sifat korosi atau berpori pada tanaman bisa dipertahankan. Air siraman yang diberikan bisa jauh lebih lancar dan tidak berhenti di satu tempat saja. Banyak manfaat lain dari batu berongga. 
 
Batu ini bisa membuat tanah gembur, memberi ruang nafas untuk akar hingga menghalau cacing tanah karena memang teksturnya kasar. Dari segi kepraktisan, jika sobat ingin mengganti media maka prosesnya tidak sulit. Pemakaian batu tidak akan membuat akar, tanah dan pot tidak lengket.   

Tak hanya campuran saja, sobat juga harus mengetahui bahan yang bisa menggantikan humus. Salah satu bahan terbaik adalah pupuk kandang. sobat jogjabotani juga bisa mencampurnya dengan perbandingan 1:1. Bahan tersebut bisa menjadi vitamin sehingga bisa meningkatkan kesuburan serta daya tahan hidup dari tanaman tersebut.
 
 

Siklus Penggantian Media Tanam   

Hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah penggantian media tanam. Umumnya bonsai perlu diganti media tanamnya setiap tahun. Untuk bonsai cemara udang cukup dilakukan 3 sampai 5 tahun sekali. Penggantian media yang terlalu sering malah berisiko terhadap pertumbuhan tanaman ini.   

Maka jika akar sudah memenuhi pot, kamu cukup memangkas bagian akar yang muncul di permukaan. Cungkil perlahan media di area akar yang akan dipotong. Setelah itu, gunting akarnya. Jika terlalu sulit, kamu tinggal menyemprot media tanam dengan air sebelum menggunting akar supaya lebih terlihat.   


Cara Merawat Pohon Cemara Udang:
  1. Pohon ini merupakan tipe pohon yang membutuhkan air yang banyak, sehingga diperlukan penyiraman rutin dua kali sehari yaitu waktu pagi dan sore hari.
  2.  Lakukan Pemangkasan rutin pada daun pohon cemara udang, ini bisa membuat pertumbuhan daunnya menjadi maksimal dan bisa membentuk sesuai keinginan kita. Hal ini bisa menimbulkan kesan indah dipandang mata.
  3. pemberian pupuk? Kamu bisa memberikan pupuk tambahan untuk bonsai cemara udang misalnya Decastar, Atonik, Vitabloom dan Bayfolan. Intinya cari pupuk yang memiliki kandungan nitrogen tinggi. Tapi gunakan pupuk tersebut jika pohon benar-benar membutuhkan nutrisi. Jika tampak sehat sebaiknya tidak perlu memberi pupuk tambahan.

Sekian pembahasan tentang pohon cemara udang, semoga bermanfaat, salam budidaya



 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru






Senin, 11 Oktober 2021

Bonsai Kimeng (Ficus microcarpa)

Kimeng


Tentang Pohon Kimeng

 Kimeng (Ficus microcarpa) menjadi salah satu andalan para pecinta bonsai untuk menghasilkan bonsai-bonsai berkualitas. Di pameran nasional bonsai yang diadakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Bantul di Yogyakarta pada 7 sampai 14 Maret 2021, salah satu bonsai termahal yang dipamerkan adalah bonsai dari pohon kimeng dengan harga mencapai Rp 2 miliar.

 Sobat jogjabotani, di luar negeri, pohon kimeng memiliki banyak nama lain seperti chinese banyan, malayan banyan, indian laurel, curtain fig, dan gajamaru. Pohon kimeng pertama kali dideskripsikan pada 1782 oleh Carl Linnaeus the Younger. Pada 1965, EJH Corner memberi nama baru untuk penyebutan pohon hill’s weeping fig, yakni Ficus microcarpa var. hilli sebagai varietas Ficus microcarpa.


 

Kimeng juga dikenal dengan nama Ficus Tiger Bark atau beringin batang harimau. Penamaan ini mengacu pada corak batang kimeng yang lebh nyata dibandingkan beringin lokal atau Ficus benjamina. Batang pohon kimeng yang masih alami memiliki corak totol-totol putih, corak itulah yang kemudian membuat pohon tersebut dinamai Ficus Tiger Bark.

 Spesies kimeng terbesar yang tercatat saat ini berada di Kebun Raya Menehune di Kauai, Hawai dengan nama Auntie Sarah’s Banyan, sesuai dengan nama orang yang merawat pohon tersebut. Mengutip The Garden Island, Sobat jogjabotani, pohon tersebut ditanam pada 1895 oleh George Norton Wilcox, pendiri Grove Farm Co., salah satu perkebunan terbesar di Kauai.


 

Auntie Sarah’s Bayan memiliki tinggi sekitar 33,53 meter dengan penyebaran dahan dan ranting seluas 76,2 meter serta memiliki lebih dari 1.000 akar penyangga.
Pakar dendrologi dari Fakultas Kehutanan UGM mengatakan bahwa bahwa pohon kimeng pada dasarnya adalah pohon liar yang tumbuh di kawasan Asia tropis. Secara umum, pohon kimeng dewasa akan tumbuh hingga ketinggian antara 13 sampai 15 meter dengan kayu berwarna abu-abu muda yang halus dan daunnya tertata rapi dengan panjang sekitar 5-6 cm.
Tapi jika lingkungannya mendukung, pohon kimeng dapat tumbuh lebih besar dan tinggi serta menghasilkan akar penyangga dalam jumlah besar.

 Kimeng merupakan salah satu keluarga Ficus dan masih menjadi keluarga ara Moraceae. Tanaman ini berasal dari China, sebelum akhirnya menyebar luas ke kawasan Asia tropis hingga Australia.

“Ficus microcarpa ini sering ditanam sebagai pohon perdu di tepi-tepi jalan sebagai pelindung, banyak juga yang memanfaatkannya sebagai tanaman hias dengan cara dibonsai,” ujarnya.
Kini, distribusi pohon kimeng sudah semakin luas. Pohon ini kini sudah tersebar ke berbagai belahan dunia sebagai tanaman hias, mulai dari Afrika Utara, Irak, Pakistan, Florida, Hawaii, Amerika tengah dan Selatan, Jepang, serta sejumlah negara lain terutama daerah-daerah beriklim hangat.
Sebenarnya, pohon kimeng hidup di daerah beriklim tropis yang hangat dengan kondisi tanah lembab. Namun, pohon ini juga bisa bertahan pada suhu ekstrem mendekati 0 derajat Celcius, Sobat jogjabotani, kelebihan inilah yang membuat pohon kimeng bisa bertahan di negara-negara empat musim.

 


 

DiIndonesia sendiri kimeng sudah banyak dibudidaya, mengingat tanaman ini sangat mudah diperbanyak dengan cara stek atau cangkok.
 
gimana sobat jogjabotani, tertarik budidaya kimeng?😊

 

Habitat

kimeng merupakan tanaman yang mudah hidup dan beradaptasi. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh seperti di habitat aslinya.

 



untuk media sebaiknya sobat menggunakan media yang poros, mengingat tanaman ini tidak suka dengan air yang tersimpan terlalu lama di media, kelembaban media yang terlalu lama bisa menyebabkan tanaman ini busuk akar. jadi sebaiknya hindari media yang beresiko menyimpan air.

meskipun begitu ada dari pebonsai yang menanam kimeng disamping air mengalir untuk merangsang pertumbuhan akar gantung, akar gantung yang tumbuh jika diberi kelembaban bisa terus tumbuh dengan baik.

 
Karakter

Pohon kimeng sangat sesuai untuk dibonsai karena tekstur batang yang unik sebagai ciri khas ficus dan didukung perakaran yang baik. Para pebonsai biasanya menggabungkan kimeng dengan batu (on the rock) karena tanaman ini mudah menumbuhkan akar.


selain itu ficus juga memiliki kelebihan mudah untuk dimodifikasi, ini merupakan salah satu nilai lebih dari keluarga ficus. biasanya untuk batang yang kurang proporsional pebonsai menempel dengan tanaman kimeng lain, atau bisa juga untuk membuar ranting menggunakan cara ini.

dari segi daun kimeng memiliki tekstur daun yang mengkilap dan bisa sangat rapat dan mengecil,


 

 MENGEMBANGKAN KIMENG

pohon kimeng tergolong sangat mudah untuk dikembangbiakan ya sobat kumpul bonsaiTanaman ini biasanya dicangkok atau stek.

 Mencangkok kimeng tidaklah sulit, bisa seperti mencangkok tanaman lain pada umumnya,atau cukup digurat pada batang kemudian bekas guratan ditempel sabut kelapa dan diikat, sabut kelapa berfungsi menyimpan air,Sobat jogjabotani, beberapa pebonsai memilih menggantinya dengan spon yang fungsinga kurang lebih sama, ada juga yang menggunakan teknik cangkok dengan media air secara langsung, caranya dengan membelah batang kimeng kemudian sebagian batang dimasukkan kedalam air yang dibungkus plastik atau gelas air mineral kemudian diikat.

untuk setek pun sangat mudah, tinggal sediakan media tanam ( biasanya memakai arang sekam dan sedikit pasir). aduk campuran media, kemudian pilih batang kimeng(pilih batang yang subur agar persediaan kambiumnya banyak) setelah itu tinggal tancapkan ke media kemudian disiram air. taruh di tempat teduh atau tutup dengan plastik bening jika perlu. 

 Dalam 1-3minggu batang stek akan keluar tunas.
sangatlah mudah bahkan di musim panas sekalipun.bisa dicoba

 

 Note: hindari pruning saat kondisi pohon sedang tidak sehat, dalam beberapa kasus kimeng yang belum sehat(bahan) pruning bisa mengakibatkan akar gagal bekerja dan terjadi pembusukan akar, pruning hanya pohon yang sehat atau pohon yang sudah benar-benar mapan.😊👌

 

 salam budidaya,

 

 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru