Tampilkan postingan dengan label cangkok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cangkok. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2021

Mengenal Istilah Bonsai Dan Sejarah Bonsai

 


Sobat jogja botani,lstilah Bonsai merujuk pada bahasa
Jepang, bonsai berasal dari kata bon yang berarti pot, 
dan sai yang berarti tanaman.
Dengan demikian bonsai bisa diartikan sebagai 
tanaman yang ditanam di dalam pot. Namun 
tidak cukup hanya ditanam didalam pot, ada 
kriteria khusus untuk tanaman bisa disebut
bonsai, jika ada tanaman atau pohon yang 
ditanam di pot, tetapi tidak memiliki kriteria
bonsai maka tidak bisa disebut dengan bonsai.
 
Setiap jenis tanaman memiliki batasan kerdil yang
berbeda-beda. Bisa saja tanaman yang tingginya 
1 meter dikategorikan kerdil, dan yang tìngginya
Hanya 0,5 meter tidak masuk dalam kategori 
kerdil. Jadi, kerdil dalam seni bonsai adalah
tanaman yang memiliki penampilan lebih mungil
daripada tanaman aslinya. Karena ¡tu, tanaman
herba atau semak meskipun tinggina kurang dari
1 meter tidak bisa dikategorikan kerdil.

Pasalnya di habitat aslinya memang tingginya hanya
sekitar 1 meter.

Budidaya tanaman bonsai dapat melambangkan kesabaran
dan tingginya tingkat kreativitas si pemilik, budidaya
bonsai membutuhkan kreativitas, kesabaran, 
ketekunan dan kecintaan pembuatannya terhadap
tanaman sebagai landasan utama dalam pembuatan
dan perawatan bonsai.
sobat jogjabotani, bertanam bonsai dapat
menciptakan kepuasan tersendiri saat mereka
berhasil menciptakan bentuk yang unik pada
bonsai kebanggaan mereka dan banyak menjadikannya
sebagai salah satu koleksi untuk menghias rumah.
Masyarakat yang melirik bonsai masih terbilang sedikit, hal ini di-
karenakan kurangnya pengetahuan yang mereka miliki tentang
teknik dan cara dalam membudidayakan tanaman bonsai
tersebut. Padahal mau usaha dan niat belajar, kreasi bentuk
tanaman bonsai bisa dibentuk sesuai, tentu saja ¡ni dapat
memberikan kepuasan tersendiri. Selain ¡tu, Jika berhasil mem
budidayakannya, pundi-pundi uang pun bakal mengalir deras
karena harga bonsai sangat tinggi.
 

Meskipun kata bonsai adalah dan bahasa Jepang, namun
ternyata negeri Tiongkok (Cina) yang memelopori kesenjan
bonsai ini. Senì bonsai pertama kali muncul di Cina pada masa

pemerintahan dinasti Tsin (265 420). Seni mengerdilkan
tanaman ¡ni pun semakin banyak pada masa dinasti Tang (618—907). 
Lukísan-Iukìsan yang dibuat pada zaman dinasti
Tang adalah salah satu bukti historis mengenal sejarah bonsai.
 
Masyarakat Cina tidak mengenal nama bonsai kala itu, sobat jogja botani, kala itu
seni pemangkasan tanaman blasa disebut penjing o dan seni
ini sangat digemari oleh para pejabat kerajaan. Kemudian,
perkembangan dan penjing dilakukan oleh para biksu yang
beragama Tao di mana tanaman ini merepresentasikan salah
satu pokok ajarannya yaitu tentang tercíptanya keseimbangan
serta keharmonisan manusia dengan alamnya.
 
Pada masa pemerintahan dinasti Yuan (1280 - 1368) banyak pejabat, 
pelajar, maupun pedagang yang berasal dari
Jepang membawa seni bonsai tersebut ke negerinya hingga
berkembang dengan pesat yang dibuktikan dalam lukisan
lukisan yang dibuat oleh Takakane Takashina sekitartahun 1309.

Istilah bonsai di Jepang muncul pada pemerintahan Kamakura (1192—1333)
yang dicatat dalam Kasuga Srhire. Kata bonsai berarti tanaman dalam
pot dangkal. Pada masa yang sama, sebuah ilustrasi tentang bonsai
muncul dalam gambar yang terkenal milik seorang pendeta bernama Honen. 
Ilustrasi itu memperlihatkan pohon-pohon dalam bentuk alami yang
ditanam dalam wadah kecil (seperti baskom) yang diperagakan
di atas sebuah papan. Ilustrasi ini menggambarkan bahwa seni
bonsai ditujukan untuk kepuasan penggemarnya. Ilustrasi yang
muncul pada masa pemerintahan Kamakura tersebut sebenarnya 
menggambarkan suatu kehidupan pada masa pemerintahan Heian (794 — 1191)
yang menunjukkan bonsai sudah ada sejak dahulu kala.
 
Berbagai tulisan yang ada sejak masa Kamakura menyebut
kan bahwa, pohon-pohon dikumpulkan dan berbagal lokasi
seperti pegunungan dan ladang alu dikerdilkan dan ditanam
di dalam pot. Satu pekerjaan yang terkenal yang dinamakan
Hachi-no-ki menggambarkan tentang plum, ceri, dan cemara
sebagai pohon-pohon yang ditanam di dalam pot. sobat jogjabotani, pekerjaan
ini dilakukan oleh warga negara pada masa pemerintahan Kamakura. 
Pada masa pemerintahan Kamakura kegemaran akan
tanaman kerdil dalam pot ini mulai menyebar di kalangan atas

dan lambat laun mencakup seluruh lapisan masyarakat.
 
Kemudian selama masa pemerintahan Edo (1615 1867)
pembuatan tanarnan dan tanaman di dalam pot, khususnya
tanarnan hias dan tanarnan yang daunnya berwarna sangat populer
dan berkembang dengan pesat. Namun, perkembangan
bonsai tampak terbatas dan hanya memperlihatkan sedikit ke
majuan, Baru setelah akhir masa pemerintahan Edo, seni bonsai
meningkat kembali terutarna setelah dimunculkan sebagai
pemberi warna dalam memperindah lukisan dan syair dalam
bentuk southerm sung (semacam seni lukis dan seni sastra pada
akhir pemerìntahan Edo).
 

sobat jogjabotani,
Idealisme dan filsafat bonsai telah banyak berubah selama
bertahun-tahun. Bagi bangsa Jepang, bonsai merupakan perpaduan
dan kepercayaan kuno yang kuat dengan filsafat timur
yang merupakan keselarasan antara manusía,jiwa dan alam.
 
Pada tahun 1914 di Tokyo diadakan pameran bonsai yang pertama. 
Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan perhatian masyarakat terhadap 
seni bonsai. Sejak tahun 1934 sampai sekarang pameran yang sifatnya 
tahunan dilaksanakan di museum seni Metropolitan yang 
rnengutamakan hasil karya bonsai-bonsai yang menarik.
sobat jogjabotani, dari sinilah seni bonsai merambah ke penjuru dunia dan juga termasuk Indonesia, 
Bahkan saat ini seni mengkerdilkan pohon (bonsai) tidak hanya menjadi 
milik bangsa Cina ataupun Jepang, melainkan telah menjadi milik seluruh bangsa di dunia.
 
Kriteria Tanaman Bonsai
Tanaman atau pohon yang akan dibuat menjadi bonsai disebut 
dengan bakalan bonsai. Bakalan bonsai berupa tanaman
yang diambil dan alam atau dan hasil perbanyakan, balk biji,
stek, cangkok, okulasi, maupun enten. Darimana pun asalnya,
tanaman yang dimaksud harus memiliki kríteria-kriteria khusus
untuk dapat dijadikan tanaman hias bonsai. Jika kriteria-kriteria
tersebut terpenuhi, tentu tanaman tersebut dapat dijadikan
bonsai yang sempurna. Umumnya, tanaman yang akan dÌbonsai
harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Tanaman dikotil, atau tanaman berkeping dua umumnya
berbentuk pohon yang keras dan berkambium. Jenis ta-
naman inilah yang paling ideal dijadikan bonsai. Tanaman
jenis monokotil (seperti jenis kelapa, bambu, semak dan
perdu) bisa juga dikerdilkan, tetapi disebut dengan bonsai
sejati
.
2. Berumur panjang, pasalnya, bonsai merupakan seni yang
terus tumbuh, sehingga memerlukan tanaman yang bisa
bertahan hidup puluhan bahkan ratusan tahun.
3. Tahan hidup menderita, sebaiknya tahan hujan dan panas.
Selain ¡tu, juga tahan terhadap kondisi wadah yang sempit
dan terbatas. Sebagai bonsai, tanaman harus blasa hidup

terus meskipun jumlah makanan atau nutrisinya sedikit de-
ngan perkembangan akar dan batang yang seadanya.
4. Bentuknya indah secara alami,
sobat jogjabotani, Pohon yang akan dibonsai harus sudah memiliki 
daya tarik atau keindahan, baik daun, batang, akar, bunga, maupun buahnya. 
Keindahan tersebut akan semakin menonjol dan proporsional seteIah
mendapatkan perlakuan sesual dengan tata cara pembonsaian 
yang benar.
5. Tahan mendapat perlakuan. Untuk mendapatkan bonsai
yang sempurna, pohon atau bakal bonsai perlu diperlakukan
dengan teknik-teknik tertentu (detraining), misalnya diiris,
dipangkas, dan dililit dengan kawat guna untuk mendapatkan 
bentuk yang sempurna. Contoh tanaman yang
bisa dibuat bonsai diantaranya yaitu Azalea, Pinus, Asam,
Ulmus, Jeruk, Beringin, Bougenvill, Buxus, Sianto, dan lain
sebagainya.
 
 
 
salam budidaya 
jogjabotani 
 
 
 

Kamis, 28 Oktober 2021

Teknik Cara Cangkok Akar Pada Ground Bonsai

 Tips cara cangkok akar bonsai

 

Bagi sobat para penghobi bonsai mungkin pernah mendengar istilah Cangkok Akar, jika belum ada baiknya sobat membaca artikel ini, cangkok akar adalah teknik proses pengangkatan bonsai dari ground ke pot, teknik ini biasa diaplikasikan kepada jenis-jenis pohon yang rawan stres seperti asem jawa, kawista, dll. sebenarnya proses ini bisa digunakan kepada semua pohon, namun untuk pohon-pohon yang tidak rawan stres seperti anting putri misalnya pebonsai biasanya lebih memilih cara yang lebih simple dengan langsung mengangkat dari ground tanpa cangkok akar terlebih dahulu.

Berikut jogjabotani mencoba mengulas tahapan-tahapan program cangkok akar:

1. membuka akar pohon

sebelum mulai proses sebaiknya akar dibuka dulu selama kurang lebih 1-2 hari, membuka akar ini dilakukan dengan cara dikeruk pada sekeliling pohon hingga akar terlihat, atau dengan disemprot air dengan intensitas tinggi. proses ini bertujuan untuk menyiapkan akar dan memudahkan nanti dalam proses mencangkok.


 2. Memotong atau mengupas akar yang akan dicangkok

Dalam tahap ini ada dua macam cara yang biasa dilakukan pebonsai,

-Memotong akar

memotong atau memutuskan akar dilakukan kurang lebih 60% dari akar keseluruhan, setelah dipotong akar dibelah pada ujung-ujungnya untuk mempercepat keluarnya serabut akar


-Mengupas akar

mengupas akar dilakukan seperti teknik mencangkok pada umumnya, hanya saja ini dilakukan bukan pada batang melainkan pada akar tanaman

3. Membungkus

tahap selanjutnya adalah membungkus pada kupasan atau potongan akar, media yang digunakan sebaiknya menggunakan media yang bisa menjaga kelembaban, bisa menggunakan cocopead atau tanah liat.


4. Menutup dengan tanah

selanjutnya tinggal menutup kembali dengan tanah, ini penting agar kelembaban tetap terjaga dan akar bisa cepat keluar.


 

sampai tahap ini sobat jogjabotani tinggal menunggu 1-2 bulan sampai akar tumbuh memenuhi bungkusan media, cek berkala setiap beberapa hari(tergantung cuaca), pastikan media didalam bungkusan tidak kekeringan, jika media baik dan pohon sehat biasanya umur 1-2 bulan sudah terlihat pertumbuhan akar, sobat jogjabotani setelah akar tumbuh kita tinggal angkat dari ground dan pindahkan ke pot, jangan lupa membuka tiap bungkusan cangkok akarnya, dari akar serabut hasil cangkok akar ini pohon bisa langsung menyerap nutrisi didalam pot jadi meminimalisir stres atau kematian.



sekian tips kali ini,semoga bermanfaat

salam budidaya




 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis-Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru






















Jumat, 22 Oktober 2021

Pohon Kawista

 Bonsai Pohon Kawista

 


Sobat jogjabotani pasti mengenal tentang tanaman kawista, Tanaman ini merupakan tanaman buah yang kini banyak dicari sebagai bakalan untuk membuat bonsai. Tampilannya yang alami terlihat sangat menarik bahkan tanpa dilakukan pembentukan atau training khusus. sobat jogjabotani dapat menggunakan cara tanam biji untuk menanam tanaman ini di rumah.

Tumbuhan ini termasuk tumbuhan buah yang masih satu kerabat dengan buah maja dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan. Daun yang dimiliki berukuran kecil yang terdiri dari 1 sampai 3 lembar daun dalam 1 dahan. Terdapat banyak jenis tanaman kawista salah satunya adalah kawista batu (luminaacidissima syn. Feronia limonia). Tumbuhan ini sering dimanfaatkan buahnya namun sayang kini sudah jarang dijumpai pohon ini dalam ukuran besar.

Yang menjadi keunggulan dari tanaman ini adalah tanaman ini relatif tahan dengan kondisi buruk seperti tahan terhadap penyakit, kurang air, atau perubahan struktur tanah. Tanaman ini banyak ditemukan di Rembang karena memang di sini terkenal dengan sentra kawista. menurut data pohon ini tumbuh sekitar 1.000 pohon yang tersebar di Rembang, sehingga warga Rembang dapat panen raya pada bulan Februari sampai April.

Tanaman ini memiliki corak batang yang berkarakter tua namun sangat lentur dan tidak mudah patah, sangat sesuai untuk dibuat bonsai dengan karakter meliuk ekstrim, daun dari tanaman ini juga cukup bagus, mengkilap dan berukuran kecil terutama untuk jenis kawista kerikil.


Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat dengan komposisi tanahnya agak berpasir dan lebih cocok di dataran rendah. Jika Anda ingin menanam bonsai ini Anda sebaiknya menggunakan media pasir atau arang sekam. Selain itu perawatan yang baik akan menjadikan bonsai sobat tumbuh lebih cepat dan terlihat indah.

 
baca juga:
Jenis-jenis Beringin (ficus)

 

Kelemahan Pohon Kawista

Di balik kelebihannya pasti ada juga kelemahan dari tanaman kawista ini. salah satunya adalah pertumbuhan pohon ini terbilang lambat sehingga memerlukan waktu yang cukup lama agar mendapatkan ukuran ideal yang dapat dijadikan bonsai. mungkin kelemahan ini juga yang membuat bonsai jenis ini terbilang Mahal. Tapi dibalik kelemahannya itu semua pasti terbayarkan ketika pohon ini besar dan dapat menjadi bonsai yang indah, akan lebih memuaskan ketika ternyata bonsai kawista yang sobat rawat menjadi juara  dalam kontes :) karena pastinya akan mempengaruhi harga jual dari bonsai tersebut.


Note: Tanaman ini tergolong rawan pada serabut akarnya saat pengangkatan dari ground, pebonsai biasanya membutuhkan waktu untuk mendongkel pohon ini dari tanah, caranya dengan cangkok akar terlebih dahulu. cara ini bertujuan tetap terjaganya serabut akar jadi meminimalisir stres atau kematian.

cangkok akar juga biasa diterapkan pada tumbuhan lain seperti Asem Jawa yang juga rawan saat pendongkelan.



semoga bermanfaat

salam budidaya

 

 

 

Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

 

 

 

 

 

 

Senin, 11 Oktober 2021

Bonsai Kimeng (Ficus microcarpa)

Kimeng


Tentang Pohon Kimeng

 Kimeng (Ficus microcarpa) menjadi salah satu andalan para pecinta bonsai untuk menghasilkan bonsai-bonsai berkualitas. Di pameran nasional bonsai yang diadakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Bantul di Yogyakarta pada 7 sampai 14 Maret 2021, salah satu bonsai termahal yang dipamerkan adalah bonsai dari pohon kimeng dengan harga mencapai Rp 2 miliar.

 Sobat jogjabotani, di luar negeri, pohon kimeng memiliki banyak nama lain seperti chinese banyan, malayan banyan, indian laurel, curtain fig, dan gajamaru. Pohon kimeng pertama kali dideskripsikan pada 1782 oleh Carl Linnaeus the Younger. Pada 1965, EJH Corner memberi nama baru untuk penyebutan pohon hill’s weeping fig, yakni Ficus microcarpa var. hilli sebagai varietas Ficus microcarpa.


 

Kimeng juga dikenal dengan nama Ficus Tiger Bark atau beringin batang harimau. Penamaan ini mengacu pada corak batang kimeng yang lebh nyata dibandingkan beringin lokal atau Ficus benjamina. Batang pohon kimeng yang masih alami memiliki corak totol-totol putih, corak itulah yang kemudian membuat pohon tersebut dinamai Ficus Tiger Bark.

 Spesies kimeng terbesar yang tercatat saat ini berada di Kebun Raya Menehune di Kauai, Hawai dengan nama Auntie Sarah’s Banyan, sesuai dengan nama orang yang merawat pohon tersebut. Mengutip The Garden Island, Sobat jogjabotani, pohon tersebut ditanam pada 1895 oleh George Norton Wilcox, pendiri Grove Farm Co., salah satu perkebunan terbesar di Kauai.


 

Auntie Sarah’s Bayan memiliki tinggi sekitar 33,53 meter dengan penyebaran dahan dan ranting seluas 76,2 meter serta memiliki lebih dari 1.000 akar penyangga.
Pakar dendrologi dari Fakultas Kehutanan UGM mengatakan bahwa bahwa pohon kimeng pada dasarnya adalah pohon liar yang tumbuh di kawasan Asia tropis. Secara umum, pohon kimeng dewasa akan tumbuh hingga ketinggian antara 13 sampai 15 meter dengan kayu berwarna abu-abu muda yang halus dan daunnya tertata rapi dengan panjang sekitar 5-6 cm.
Tapi jika lingkungannya mendukung, pohon kimeng dapat tumbuh lebih besar dan tinggi serta menghasilkan akar penyangga dalam jumlah besar.

 Kimeng merupakan salah satu keluarga Ficus dan masih menjadi keluarga ara Moraceae. Tanaman ini berasal dari China, sebelum akhirnya menyebar luas ke kawasan Asia tropis hingga Australia.

“Ficus microcarpa ini sering ditanam sebagai pohon perdu di tepi-tepi jalan sebagai pelindung, banyak juga yang memanfaatkannya sebagai tanaman hias dengan cara dibonsai,” ujarnya.
Kini, distribusi pohon kimeng sudah semakin luas. Pohon ini kini sudah tersebar ke berbagai belahan dunia sebagai tanaman hias, mulai dari Afrika Utara, Irak, Pakistan, Florida, Hawaii, Amerika tengah dan Selatan, Jepang, serta sejumlah negara lain terutama daerah-daerah beriklim hangat.
Sebenarnya, pohon kimeng hidup di daerah beriklim tropis yang hangat dengan kondisi tanah lembab. Namun, pohon ini juga bisa bertahan pada suhu ekstrem mendekati 0 derajat Celcius, Sobat jogjabotani, kelebihan inilah yang membuat pohon kimeng bisa bertahan di negara-negara empat musim.

 


 

DiIndonesia sendiri kimeng sudah banyak dibudidaya, mengingat tanaman ini sangat mudah diperbanyak dengan cara stek atau cangkok.
 
gimana sobat jogjabotani, tertarik budidaya kimeng?😊

 

Habitat

kimeng merupakan tanaman yang mudah hidup dan beradaptasi. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh seperti di habitat aslinya.

 



untuk media sebaiknya sobat menggunakan media yang poros, mengingat tanaman ini tidak suka dengan air yang tersimpan terlalu lama di media, kelembaban media yang terlalu lama bisa menyebabkan tanaman ini busuk akar. jadi sebaiknya hindari media yang beresiko menyimpan air.

meskipun begitu ada dari pebonsai yang menanam kimeng disamping air mengalir untuk merangsang pertumbuhan akar gantung, akar gantung yang tumbuh jika diberi kelembaban bisa terus tumbuh dengan baik.

 
Karakter

Pohon kimeng sangat sesuai untuk dibonsai karena tekstur batang yang unik sebagai ciri khas ficus dan didukung perakaran yang baik. Para pebonsai biasanya menggabungkan kimeng dengan batu (on the rock) karena tanaman ini mudah menumbuhkan akar.


selain itu ficus juga memiliki kelebihan mudah untuk dimodifikasi, ini merupakan salah satu nilai lebih dari keluarga ficus. biasanya untuk batang yang kurang proporsional pebonsai menempel dengan tanaman kimeng lain, atau bisa juga untuk membuar ranting menggunakan cara ini.

dari segi daun kimeng memiliki tekstur daun yang mengkilap dan bisa sangat rapat dan mengecil,


 

 MENGEMBANGKAN KIMENG

pohon kimeng tergolong sangat mudah untuk dikembangbiakan ya sobat kumpul bonsaiTanaman ini biasanya dicangkok atau stek.

 Mencangkok kimeng tidaklah sulit, bisa seperti mencangkok tanaman lain pada umumnya,atau cukup digurat pada batang kemudian bekas guratan ditempel sabut kelapa dan diikat, sabut kelapa berfungsi menyimpan air,Sobat jogjabotani, beberapa pebonsai memilih menggantinya dengan spon yang fungsinga kurang lebih sama, ada juga yang menggunakan teknik cangkok dengan media air secara langsung, caranya dengan membelah batang kimeng kemudian sebagian batang dimasukkan kedalam air yang dibungkus plastik atau gelas air mineral kemudian diikat.

untuk setek pun sangat mudah, tinggal sediakan media tanam ( biasanya memakai arang sekam dan sedikit pasir). aduk campuran media, kemudian pilih batang kimeng(pilih batang yang subur agar persediaan kambiumnya banyak) setelah itu tinggal tancapkan ke media kemudian disiram air. taruh di tempat teduh atau tutup dengan plastik bening jika perlu. 

 Dalam 1-3minggu batang stek akan keluar tunas.
sangatlah mudah bahkan di musim panas sekalipun.bisa dicoba

 

 Note: hindari pruning saat kondisi pohon sedang tidak sehat, dalam beberapa kasus kimeng yang belum sehat(bahan) pruning bisa mengakibatkan akar gagal bekerja dan terjadi pembusukan akar, pruning hanya pohon yang sehat atau pohon yang sudah benar-benar mapan.😊👌

 

 salam budidaya,

 

 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

 

 




Kamis, 28 Februari 2019

Pohon Sancang (Premna Microphylla)

POHON SANCANG

 





Sancang merupakan genus tanaman berbunga yang masuk dalam keluarga Lamiaceae, masih bersaudara dengan jati. Pertama kali, genus ini di deskripsikan pada 1771 dan sampai sekarang telah memiliki sekitar 200 spesies berbeda yang mayoritas tersebar di Asia bagian tropis.
Pakar dendrologi dari Fakultas Kehutanan UGM mengatakan bahwa pertama kali pohon sancang ini ditemukan di China, Jepang, dan sekitarnya. Namun seiring bergulirnya waktu, pohon ini menyebar luas ke wilayah tropis di Asia terutama Asia Tenggara, Australia bagian utara, serta Afrika.
 
DiIndonesia sancang sudah banyak dibudidaya, mengingat tanaman ini sangat mudah diperbanyak dengan stek atau cangkok.

Sancang merupakan tanaman yang hidup di daerah yang “basah”/ banyak air. Tanaman ini biasanya tumbuh di daerah irigasi persawahan. Tanaman ini harus tersinari matahari penuh atau minimal dari pagi sampai siang atau kira-kira 7-8 jam. Lebih bagus lagi jika tersinari matahari dari pagi sampai sore seperti di habitat aslinya.

Pohon sancang sangat sesuai untuk dibonsai karena tekstur batang yang unik dan didukung perakaran yang baik. Para pebonsai biasanya menggabungkan sancang dengan batu (akar mencengkram batu), biasanya pohon dari awal penanaman sudah ditanam dibatu, jadi akarnya bisa mengikuti alur bentuk batu yang dipakai




atau ada yang membentuknya dengan liukan ekstrim, liukan ekstrim pada sancang tidak bisa dihasilkan dengan mudah, mengingat batangnya yang keras dan rawan patah kita harus membentuknya sedari kecil, namun keunggulan dari pohon sancang adalah batang tetap aktif membesar sempurna saat sudah dibentuk meliuk-liuk dengan kawat dengan catatan media bagus dan nutrisi tercukupi


  Sobat jogjabotani, banyak pebonsai Indonesia menggabungkan Sancang dengan tanaman Wahong yang asli dari Indonesia, biasanya dengan cara sambung sisip atau okulasi. alasannya adalah tanaman wahong ukuran besar dan berkarakter masih banyak dijumpai dihutan-hutan indonesia. jadi bisa jadi referensi buat sobat jogjabotani yang hobby mengkoleksi ukuran xl bisa mencoba cara ini.

Kelemahan tanaman wahong sendiri terletak pada daunnya yang sulit mengecil, berbeda dengan sancang.




  Sancang memiliki kayu dengan warna yang estetik dan berkarakter bagus, namun untuk meliukkan batang sancang harus sedari kecil mengingat batang pohon ini cepat sekali menjadi keras dan mudah patah. para pebonsai biasanya membentuk pohon ini sejak seukuran lidi,

Selain dari segi kayu batang, daun sancang juga sangat sesuai untuk bonsai karena bisa menjadi sangat kecil dan rapat saat dibonsai. Tidak heran, banyak sekali bonsai ukuran mame/shohin memakai tanaman jenis sancang. 

Video program awal akar sancang:


 

Contoh foto-foto daun sancang sebelum dan sesudah mengecil


Nomor 1 adalah daun sancang yang liar di habitatnya. Sangat lebar, bahkan bisa lebih lebar lagi.

Nomor 2 adalah daun sancang yang ditanam di pot dan mulai mengecil. 

Nomor urut berikutnya adalah daun sancang yang mengecil dengan sendirinya karena sering dipruning (cukur). Bisa sangat kecil, daun sancang bisa sangat kecil hingga kira-kira seukuran biji bunga matahari. bahkan bisa lebih kecil lagi.

Ukuran daun sancang terkecil JOGJABOTANI.BLOGSPOT.COM


 

 Hama Sancang

 Dari segi ketahanan terhadap hama, Pohon sancang tergolong rawan terserang kutu putih oleh sebab itu pemilik sebaiknya selalu sediakan obat anti hama. cek secara berkala pada batang, daun, atau kadang kutu putih menyerang sampai akar yang tidak tertutup tanah, tergolong berbahaya jika tidak tertangani.

untuk membasminya bisa dengan menyemprot menggunakan obat anti hama dan membersihkannya dengan sikat gigi.

 

 MENGEMBANGKAN SANCANG

pohon sancang tergolong sangat mudah untuk dikembangbiakan, misalnya dicangkok atau dengan stek batang. Mencangkok sancang tidaklah terlalu sulit, kurang lebih sama seperti mencangkok tanaman lain pada umumnya, bahkan bisa tumbuh lebih cepat. 

begitu pula dengan stek, pohon ini bisa dibilang sangat mudah,Sobat jogja botani tinggal sediakan media tanam ( biasanya memakai kokofit, arang sekam, tanah, dan sedikit pasir). aduk campuran media, kemudian pilih batang sancang(pilih batang yang subur agar persediaan kambiumnya banyak) setelah itu tinggal tancapkan ke media kemudian disiram air. taruh di tempat teduh atau tutup dengan plastik bening jika cuaca terlalu panas.

Dalam 1-3minggu batang stek akan keluar tunas.
sangat mudah dilakukan bahkan di musim panas sekalipun.bisa dicoba


Semoga Bermanfaat, Salam Budidaya



 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru