Tampilkan postingan dengan label Anting putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anting putri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2021

Teknik Cara Cangkok Akar Pada Ground Bonsai

 Tips cara cangkok akar bonsai

 

Bagi sobat para penghobi bonsai mungkin pernah mendengar istilah Cangkok Akar, jika belum ada baiknya sobat membaca artikel ini, cangkok akar adalah teknik proses pengangkatan bonsai dari ground ke pot, teknik ini biasa diaplikasikan kepada jenis-jenis pohon yang rawan stres seperti asem jawa, kawista, dll. sebenarnya proses ini bisa digunakan kepada semua pohon, namun untuk pohon-pohon yang tidak rawan stres seperti anting putri misalnya pebonsai biasanya lebih memilih cara yang lebih simple dengan langsung mengangkat dari ground tanpa cangkok akar terlebih dahulu.

Berikut jogjabotani mencoba mengulas tahapan-tahapan program cangkok akar:

1. membuka akar pohon

sebelum mulai proses sebaiknya akar dibuka dulu selama kurang lebih 1-2 hari, membuka akar ini dilakukan dengan cara dikeruk pada sekeliling pohon hingga akar terlihat, atau dengan disemprot air dengan intensitas tinggi. proses ini bertujuan untuk menyiapkan akar dan memudahkan nanti dalam proses mencangkok.


 2. Memotong atau mengupas akar yang akan dicangkok

Dalam tahap ini ada dua macam cara yang biasa dilakukan pebonsai,

-Memotong akar

memotong atau memutuskan akar dilakukan kurang lebih 60% dari akar keseluruhan, setelah dipotong akar dibelah pada ujung-ujungnya untuk mempercepat keluarnya serabut akar


-Mengupas akar

mengupas akar dilakukan seperti teknik mencangkok pada umumnya, hanya saja ini dilakukan bukan pada batang melainkan pada akar tanaman

3. Membungkus

tahap selanjutnya adalah membungkus pada kupasan atau potongan akar, media yang digunakan sebaiknya menggunakan media yang bisa menjaga kelembaban, bisa menggunakan cocopead atau tanah liat.


4. Menutup dengan tanah

selanjutnya tinggal menutup kembali dengan tanah, ini penting agar kelembaban tetap terjaga dan akar bisa cepat keluar.


 

sampai tahap ini sobat jogjabotani tinggal menunggu 1-2 bulan sampai akar tumbuh memenuhi bungkusan media, cek berkala setiap beberapa hari(tergantung cuaca), pastikan media didalam bungkusan tidak kekeringan, jika media baik dan pohon sehat biasanya umur 1-2 bulan sudah terlihat pertumbuhan akar, sobat jogjabotani setelah akar tumbuh kita tinggal angkat dari ground dan pindahkan ke pot, jangan lupa membuka tiap bungkusan cangkok akarnya, dari akar serabut hasil cangkok akar ini pohon bisa langsung menyerap nutrisi didalam pot jadi meminimalisir stres atau kematian.



sekian tips kali ini,semoga bermanfaat

salam budidaya




 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis-Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru






















Bonsai Boxus/Buxus

 

 Pohon Boxus

bonsai boxus juara kumpulbonsai.blogspot .com

 Buxus atau Boxwood adalah salah satu jenis tanaman yang biasa dijadikan sebagai tanaman bonsai diIndonesia, Para penggemar bonsai lebih sering menyebutnya dengan nama boksus atau buksus untuk pelafalan kata yang lebih mudah.Tanaman ini merupakan jenis tanaman semak. Dalam literatur botani nya,tanaman ini termasuk dalam family Buxaceae yang di dalamnya terdapat lebih dari 50 spesies tanaman.

Ada pembahasan menarik soal tanaman ini apakah bisa digolongkan sebagai bonsai atau tidak, mengingat jenis dari tanaman ini merupakan tanaman semak yang memang tidak bisa tumbuh besar, jadi banyak pebonsai menyebut tanaman ini tidak bisa digolongkan sebagai bonsai karena tidak melalui pengkerdilan melainkan tanaman ini memang sudah kerdil

Berbeda dengan tanaman serut atau asem jawa misalnya yang di alamnya dapat dijumpai pohon dalam ukuran besar. 

masing-masing orang bisa berasumsi namun untuk admin jogjabotani disini saya anggap tidak ada yang salah pohon apapun kalau itu bisa indah, apa lagi kalau hanya untuk dinikmati sebagai penghias halaman rumah, kalau untuk pameran atau kelas lomba mungkin panitia punya keputusan sendiri :)

Di Indonesia sendiri yang paling banyak dan paling mudah dijumpai dikalangan pebonsai adalah jenis Buxus Harlandi. Ini bukan tanaman lokal,jadi buat yang mau mencari di hutan sepertinya mustahil ada kecuali ada yang menanam :). untuk jenis tanaman ini sobat harus mencarinya di toko tanaman hias maupun di bursa tanaman yang biasanya ada di pameran.

boxwood bonsai jogjabotani.blogspot .com

 

 Tanaman Boxus atau buksus ini memiliki ciri khas pada batang yang unik  bergurat seperti busa tebal dan bertekstur sehingga terkesan seperti pohon tua. daun pohon ini tergolong kecil-kecil dan rapat sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan bonsai. memperbanyak pohon ini dapat dilakukan dengan cara mudah seperti stek atau cangkok batang.

Habitat tanaman ini menyukai tanah gembur dan sinar matahari sepanjang hari.
sobat kumpul bonsai, untuk perawatan tanaman ini tergolong mudah,media boxus cukup memakai tanah dicampur pasir malang atau sekam, pupuk menggunakan pupuk kandang atau decastar. 

untuk program pohon ini sebagai bonsai sebaiknya sobat agak bersabar mengingat pohon ini lambat dalam pertumbuhannya, batang pohon ini tergolong mudah diarahkan namun jika memakai kawat harus berhati-hati karena batangnya terbungkus kulit bertekstur yang menyerupai gabus jadi bila kawat terlalu erat bisa merusak tekstur kulitnya,

sekian tadi sedikit pembahasan tentang pohon boxus, semoga bermanfaat untuk sobat jogjabotani semua, tetap semangat berkarya.

salam budidaya

 

 

 

 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

Jumat, 22 Oktober 2021

Pohon Kawista

 Bonsai Pohon Kawista

 


Sobat jogjabotani pasti mengenal tentang tanaman kawista, Tanaman ini merupakan tanaman buah yang kini banyak dicari sebagai bakalan untuk membuat bonsai. Tampilannya yang alami terlihat sangat menarik bahkan tanpa dilakukan pembentukan atau training khusus. sobat jogjabotani dapat menggunakan cara tanam biji untuk menanam tanaman ini di rumah.

Tumbuhan ini termasuk tumbuhan buah yang masih satu kerabat dengan buah maja dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan. Daun yang dimiliki berukuran kecil yang terdiri dari 1 sampai 3 lembar daun dalam 1 dahan. Terdapat banyak jenis tanaman kawista salah satunya adalah kawista batu (luminaacidissima syn. Feronia limonia). Tumbuhan ini sering dimanfaatkan buahnya namun sayang kini sudah jarang dijumpai pohon ini dalam ukuran besar.

Yang menjadi keunggulan dari tanaman ini adalah tanaman ini relatif tahan dengan kondisi buruk seperti tahan terhadap penyakit, kurang air, atau perubahan struktur tanah. Tanaman ini banyak ditemukan di Rembang karena memang di sini terkenal dengan sentra kawista. menurut data pohon ini tumbuh sekitar 1.000 pohon yang tersebar di Rembang, sehingga warga Rembang dapat panen raya pada bulan Februari sampai April.

Tanaman ini memiliki corak batang yang berkarakter tua namun sangat lentur dan tidak mudah patah, sangat sesuai untuk dibuat bonsai dengan karakter meliuk ekstrim, daun dari tanaman ini juga cukup bagus, mengkilap dan berukuran kecil terutama untuk jenis kawista kerikil.


Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat dengan komposisi tanahnya agak berpasir dan lebih cocok di dataran rendah. Jika Anda ingin menanam bonsai ini Anda sebaiknya menggunakan media pasir atau arang sekam. Selain itu perawatan yang baik akan menjadikan bonsai sobat tumbuh lebih cepat dan terlihat indah.

 
baca juga:
Jenis-jenis Beringin (ficus)

 

Kelemahan Pohon Kawista

Di balik kelebihannya pasti ada juga kelemahan dari tanaman kawista ini. salah satunya adalah pertumbuhan pohon ini terbilang lambat sehingga memerlukan waktu yang cukup lama agar mendapatkan ukuran ideal yang dapat dijadikan bonsai. mungkin kelemahan ini juga yang membuat bonsai jenis ini terbilang Mahal. Tapi dibalik kelemahannya itu semua pasti terbayarkan ketika pohon ini besar dan dapat menjadi bonsai yang indah, akan lebih memuaskan ketika ternyata bonsai kawista yang sobat rawat menjadi juara  dalam kontes :) karena pastinya akan mempengaruhi harga jual dari bonsai tersebut.


Note: Tanaman ini tergolong rawan pada serabut akarnya saat pengangkatan dari ground, pebonsai biasanya membutuhkan waktu untuk mendongkel pohon ini dari tanah, caranya dengan cangkok akar terlebih dahulu. cara ini bertujuan tetap terjaganya serabut akar jadi meminimalisir stres atau kematian.

cangkok akar juga biasa diterapkan pada tumbuhan lain seperti Asem Jawa yang juga rawan saat pendongkelan.



semoga bermanfaat

salam budidaya

 

 

 

Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

 

 

 

 

 

 

Senin, 11 Oktober 2021

Bonsai Kimeng (Ficus microcarpa)

Kimeng


Tentang Pohon Kimeng

 Kimeng (Ficus microcarpa) menjadi salah satu andalan para pecinta bonsai untuk menghasilkan bonsai-bonsai berkualitas. Di pameran nasional bonsai yang diadakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Bantul di Yogyakarta pada 7 sampai 14 Maret 2021, salah satu bonsai termahal yang dipamerkan adalah bonsai dari pohon kimeng dengan harga mencapai Rp 2 miliar.

 Sobat jogjabotani, di luar negeri, pohon kimeng memiliki banyak nama lain seperti chinese banyan, malayan banyan, indian laurel, curtain fig, dan gajamaru. Pohon kimeng pertama kali dideskripsikan pada 1782 oleh Carl Linnaeus the Younger. Pada 1965, EJH Corner memberi nama baru untuk penyebutan pohon hill’s weeping fig, yakni Ficus microcarpa var. hilli sebagai varietas Ficus microcarpa.


 

Kimeng juga dikenal dengan nama Ficus Tiger Bark atau beringin batang harimau. Penamaan ini mengacu pada corak batang kimeng yang lebh nyata dibandingkan beringin lokal atau Ficus benjamina. Batang pohon kimeng yang masih alami memiliki corak totol-totol putih, corak itulah yang kemudian membuat pohon tersebut dinamai Ficus Tiger Bark.

 Spesies kimeng terbesar yang tercatat saat ini berada di Kebun Raya Menehune di Kauai, Hawai dengan nama Auntie Sarah’s Banyan, sesuai dengan nama orang yang merawat pohon tersebut. Mengutip The Garden Island, Sobat jogjabotani, pohon tersebut ditanam pada 1895 oleh George Norton Wilcox, pendiri Grove Farm Co., salah satu perkebunan terbesar di Kauai.


 

Auntie Sarah’s Bayan memiliki tinggi sekitar 33,53 meter dengan penyebaran dahan dan ranting seluas 76,2 meter serta memiliki lebih dari 1.000 akar penyangga.
Pakar dendrologi dari Fakultas Kehutanan UGM mengatakan bahwa bahwa pohon kimeng pada dasarnya adalah pohon liar yang tumbuh di kawasan Asia tropis. Secara umum, pohon kimeng dewasa akan tumbuh hingga ketinggian antara 13 sampai 15 meter dengan kayu berwarna abu-abu muda yang halus dan daunnya tertata rapi dengan panjang sekitar 5-6 cm.
Tapi jika lingkungannya mendukung, pohon kimeng dapat tumbuh lebih besar dan tinggi serta menghasilkan akar penyangga dalam jumlah besar.

 Kimeng merupakan salah satu keluarga Ficus dan masih menjadi keluarga ara Moraceae. Tanaman ini berasal dari China, sebelum akhirnya menyebar luas ke kawasan Asia tropis hingga Australia.

“Ficus microcarpa ini sering ditanam sebagai pohon perdu di tepi-tepi jalan sebagai pelindung, banyak juga yang memanfaatkannya sebagai tanaman hias dengan cara dibonsai,” ujarnya.
Kini, distribusi pohon kimeng sudah semakin luas. Pohon ini kini sudah tersebar ke berbagai belahan dunia sebagai tanaman hias, mulai dari Afrika Utara, Irak, Pakistan, Florida, Hawaii, Amerika tengah dan Selatan, Jepang, serta sejumlah negara lain terutama daerah-daerah beriklim hangat.
Sebenarnya, pohon kimeng hidup di daerah beriklim tropis yang hangat dengan kondisi tanah lembab. Namun, pohon ini juga bisa bertahan pada suhu ekstrem mendekati 0 derajat Celcius, Sobat jogjabotani, kelebihan inilah yang membuat pohon kimeng bisa bertahan di negara-negara empat musim.

 


 

DiIndonesia sendiri kimeng sudah banyak dibudidaya, mengingat tanaman ini sangat mudah diperbanyak dengan cara stek atau cangkok.
 
gimana sobat jogjabotani, tertarik budidaya kimeng?😊

 

Habitat

kimeng merupakan tanaman yang mudah hidup dan beradaptasi. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh seperti di habitat aslinya.

 



untuk media sebaiknya sobat menggunakan media yang poros, mengingat tanaman ini tidak suka dengan air yang tersimpan terlalu lama di media, kelembaban media yang terlalu lama bisa menyebabkan tanaman ini busuk akar. jadi sebaiknya hindari media yang beresiko menyimpan air.

meskipun begitu ada dari pebonsai yang menanam kimeng disamping air mengalir untuk merangsang pertumbuhan akar gantung, akar gantung yang tumbuh jika diberi kelembaban bisa terus tumbuh dengan baik.

 
Karakter

Pohon kimeng sangat sesuai untuk dibonsai karena tekstur batang yang unik sebagai ciri khas ficus dan didukung perakaran yang baik. Para pebonsai biasanya menggabungkan kimeng dengan batu (on the rock) karena tanaman ini mudah menumbuhkan akar.


selain itu ficus juga memiliki kelebihan mudah untuk dimodifikasi, ini merupakan salah satu nilai lebih dari keluarga ficus. biasanya untuk batang yang kurang proporsional pebonsai menempel dengan tanaman kimeng lain, atau bisa juga untuk membuar ranting menggunakan cara ini.

dari segi daun kimeng memiliki tekstur daun yang mengkilap dan bisa sangat rapat dan mengecil,


 

 MENGEMBANGKAN KIMENG

pohon kimeng tergolong sangat mudah untuk dikembangbiakan ya sobat kumpul bonsaiTanaman ini biasanya dicangkok atau stek.

 Mencangkok kimeng tidaklah sulit, bisa seperti mencangkok tanaman lain pada umumnya,atau cukup digurat pada batang kemudian bekas guratan ditempel sabut kelapa dan diikat, sabut kelapa berfungsi menyimpan air,Sobat jogjabotani, beberapa pebonsai memilih menggantinya dengan spon yang fungsinga kurang lebih sama, ada juga yang menggunakan teknik cangkok dengan media air secara langsung, caranya dengan membelah batang kimeng kemudian sebagian batang dimasukkan kedalam air yang dibungkus plastik atau gelas air mineral kemudian diikat.

untuk setek pun sangat mudah, tinggal sediakan media tanam ( biasanya memakai arang sekam dan sedikit pasir). aduk campuran media, kemudian pilih batang kimeng(pilih batang yang subur agar persediaan kambiumnya banyak) setelah itu tinggal tancapkan ke media kemudian disiram air. taruh di tempat teduh atau tutup dengan plastik bening jika perlu. 

 Dalam 1-3minggu batang stek akan keluar tunas.
sangatlah mudah bahkan di musim panas sekalipun.bisa dicoba

 

 Note: hindari pruning saat kondisi pohon sedang tidak sehat, dalam beberapa kasus kimeng yang belum sehat(bahan) pruning bisa mengakibatkan akar gagal bekerja dan terjadi pembusukan akar, pruning hanya pohon yang sehat atau pohon yang sudah benar-benar mapan.😊👌

 

 salam budidaya,

 

 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

 

 




Sabtu, 16 Februari 2019

Anting Putri (wrightia religiosa)

Pohon Anting Putri (wrightia religiosa)
 

Anting putri /Anput (Wrightia religiosa) atau yang dikenal dengan water jasmine,. wild water plum, scared buddhist atau Wrightia merupakan tanaman berbunga yang berasal dari Thailand dan Vietnam.
Tanaman bunga anting putri ini memiliki daun berwarna hijau agak kuning, memiliki bunga berwarna putih mirip dengan bunga melati, memiliki harum seperti aroma buah dan muncul muncul dibalik dahan tanaman dengan sekali muncul beberapa tangkai bunga yang terlihat seperti anting-anting

Klasifikasi Ilmiah Anting Putri
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Wrightia
Spesies: Wrightia religiosa
Sobat jogjabotani, Tanaman anting putri merupakan tanaman yang populer sebagai tanaman bonsai, tanaman ini biasa ditanam di pekarangan maupun di pot.

Tanaman ini memiliki keunggulan dari karakternya yang bandel tidak mudah stres, karakter batangnya bagus untuk digores-gores dengan pisau agar memunculkan kesan tua, selain itu tanaman ini memiliki kemampuan menutup luka potong dengan baik, bahkan untuk luka yang cukup besar tanaman ini sanggup menutup.


Cara Menanam Dan Pembibitan Pohon Anting Putri

Sobat jogjabotani, Tanaman anting putri dapat diperbanyak secara mudah melalui cangkok, stek batang atau stek akar,.
Cara stek anting putri
1. pilih batang yang berukuran baik, panjang, diameter dan umurnya. 
2. batang tersebut dipotong miring pada pangkalnya, tahap pemotongan gunakan pisau atau cutter tajam agar batangnya tidak pecah dan rusak. (Pemotongan miring dilakukan untuk membedakan atas-bawah sehingga meminimalisir penanaman yang terbalik antara bagian atas dan bawahnya)
3. Rendam dalam larutan perangsang akar selama beberapa menit
4. Tanam dalam media yang baik(biasanya memakai cocopead dicampur pasir dan tanah) tanpa pupuk
5. Sungkup jika perlu (tutup rapat dengan plastik)
Sampai tahap ini kita tinggal menunggu tunas tumbuh.



Penanaman Tanaman Anting Putri

Media tanam yang perlu disiapkan yaitu campuran tanah, pasir malang dan sekam bakar(bisa ditambah cocopead) dengan perbandingan 1:2:2 yang dicampur secara merata. Tanam bibit sedalam 5-10 cm pada media tanam dengan arah tegak lurus keatas, selanjutnya padatkan agar bibit bunga anting putri tidak roboh. Seteah semua selesai, lakukan penyiraman dengan air agar bibit tumbuh baik.

Note:
Sobat jogjabotani, anting putri tergolong tanaman yang kuat dan tidak mudah stres namun sangat sensitif terhadap pupuk, pemberian pupuk kandang yang terlalu banyak bisa menyebabkan daun menguning, pemupukan yang baik cukup menggunakan pupuk yang bersifat soft seperti pupuk decastar.



Perawatan Tanaman Anting Putri

Untuk tanaman yang sudah tumbuh dengan baik penyiraman dapat dilakukan pagi sore atau tergantung cuaca dan media tanamnya. Sering potong bagian batangnya untuk membuat jaringan tunas yang rimbun, lakukan pula pemupukan setiap sebulan sekali setelah akar tanaman tumbuh baik.


Program tanaman Anting Putri

Tahap pemrograman akar dan batang dilakukan setelah tanaman betul-betul sehat.

Teknik program akar bisa berbeda-beda pada setiap pebonsai, tergantung keinginan pemilik akan dibentuk seperti apa,

-Akar mendatar
Untuk akar mendatar biasanya pebonsai memprogram saat penanaman dengan cara diberi alas dibawahnya agar akar tidak tumbuh kebawah tapi kesamping, 
Cara lain untuk tanaman yang masih di ground dikebun bisa dengan cara dikeruk samping-sampingnya melingkar, kemudian akar yang disamping di angkat ratakan lalu ditutup kembali dengan tanah atau pasir malang, berikan pupuk disamping-sampingnya melingkar untuk merangsang akar cepat tumbuh

-Akar berdiri
Untuk akar berdiri biasanya pebonsai membentuk dengan cara ditanam di botol air mineral yang besar atau pipa besar, dengan media yang poros(bisa ditambah bebatuan untuk membentuk gerak akar yang meliuk-liuk), jika akar sudah terlihat penuh maka bagian atas bisa mulai dipotong sedikit demi sedikit...potong secara bertahap botol air mineralnya jangan langsung keseluruhan untuk menghindari akar yang masih kecil belum siap diekspose.





 
 
Selamat mencoba, salam budidaya😊

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru