Tampilkan postingan dengan label loa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label loa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2021

Bonsai Boxus/Buxus

 

 Pohon Boxus

bonsai boxus juara kumpulbonsai.blogspot .com

 Buxus atau Boxwood adalah salah satu jenis tanaman yang biasa dijadikan sebagai tanaman bonsai diIndonesia, Para penggemar bonsai lebih sering menyebutnya dengan nama boksus atau buksus untuk pelafalan kata yang lebih mudah.Tanaman ini merupakan jenis tanaman semak. Dalam literatur botani nya,tanaman ini termasuk dalam family Buxaceae yang di dalamnya terdapat lebih dari 50 spesies tanaman.

Ada pembahasan menarik soal tanaman ini apakah bisa digolongkan sebagai bonsai atau tidak, mengingat jenis dari tanaman ini merupakan tanaman semak yang memang tidak bisa tumbuh besar, jadi banyak pebonsai menyebut tanaman ini tidak bisa digolongkan sebagai bonsai karena tidak melalui pengkerdilan melainkan tanaman ini memang sudah kerdil. 

Berbeda dengan tanaman serut atau asem jawa misalnya yang di alamnya dapat dijumpai pohon dalam ukuran besar. 

masing-masing orang bisa berasumsi namun untuk admin jogjabotani disini saya anggap tidak ada yang salah pohon apapun kalau itu bisa indah, apa lagi kalau hanya untuk dinikmati sebagai penghias halaman rumah, kalau untuk pameran atau kelas lomba mungkin panitia punya keputusan sendiri :)

Di Indonesia sendiri yang paling banyak dan paling mudah dijumpai dikalangan pebonsai adalah jenis Buxus Harlandi. Ini bukan tanaman lokal,jadi buat yang mau mencari di hutan sepertinya mustahil ada kecuali ada yang menanam :). untuk jenis tanaman ini sobat harus mencarinya di toko tanaman hias maupun di bursa tanaman yang biasanya ada di pameran.

boxwood bonsai jogjabotani.blogspot .com

 

 Tanaman Boxus atau buksus ini memiliki ciri khas pada batang yang unik  bergurat seperti busa tebal dan bertekstur sehingga terkesan seperti pohon tua. daun pohon ini tergolong kecil-kecil dan rapat sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan bonsai. memperbanyak pohon ini dapat dilakukan dengan cara mudah seperti stek atau cangkok batang.

Habitat tanaman ini menyukai tanah gembur dan sinar matahari sepanjang hari.
sobat kumpul bonsai, untuk perawatan tanaman ini tergolong mudah,media boxus cukup memakai tanah dicampur pasir malang atau sekam, pupuk menggunakan pupuk kandang atau decastar. 

untuk program pohon ini sebagai bonsai sebaiknya sobat agak bersabar mengingat pohon ini lambat dalam pertumbuhannya, batang pohon ini tergolong mudah diarahkan namun jika memakai kawat harus berhati-hati karena batangnya terbungkus kulit bertekstur yang menyerupai gabus jadi bila kawat terlalu erat bisa merusak tekstur kulitnya,

sekian tadi sedikit pembahasan tentang pohon boxus, semoga bermanfaat untuk sobat jogjabotani semua, tetap semangat berkarya.

salam budidaya

 

 

 

 

 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru

Selasa, 12 Oktober 2021

7 Langkah Mudah Membuat Bonsai

 

Berikut ini beberapa langkah-langkah garis besar untuk membuat bonsai


 

1. Langkah pertama, Menentukan dan mempersiapkan bibit, pot dan alat

Tahapan pertama yang dilakukan dalam membuat bonsai adalah mempersiapkan bibit yang akan ditanam. Bibit yang bagus pilih yang memiliki ciri bonggol yang cukup besar. Untuk ukuran bibit bonsai bisa dipilih sesuai kebutuhan.

 Selain bibit, kita juga harus menyediakan pot sebagai tempat menanam. Ditambah kawat khusus bonsai dengan ukuran 2 dan 3 mm untuk digunakan membentuk alur tumbuhan. Kemudian siapkan juga gunting untung memangkas cabang pohon.

 

 2. Langah kedua, menyediakan Media Tanam

Yang dilakukan pada langkah ini adalah menyediakan media tanam yang baik. Sebelum proses penanam, tempat menanam bonsai diberikan nutrisi yang cukup.

Media tanam bisa menggunakan pasir malang, sekam, atau media jadi yang dijual ditoko tanaman.

 



3. Langkah Ketiga, Penanaman

Lakukan proses penanaman bibit, pindahkan bibit dari polibek kedalam pot dengan hati-hati agar serabut akar tidak rusak dan membuat pohon jadi stres, setelah proses pemindahan sebaiknya pohon ditaruh ditempat teduh dahulu, biarkan pohon beradaptasi 1-2hari.

4. Langkah Keempat, Merawat Bakalan Bonsai

Setelah ditanam bakalan bonsai akan mencoba beradaptasi dengan media tanam yang baru. Waktu yang dibutuhkan dalam beradaptasi penuh sekitar 2 sampai 3 minggu.

Dalam proses adaptasi bonsai tidak perlu diberikan pupuk. Hal ini dilakukan agar akar tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik. Selain itu, akar yang belum sepenuhnya bekerja bisa terganggu dengan pupuk, pupuk diberikan jika akar sudah benar-benar bekerja baik.

baca juga  Klasifikasi Pohon Cemara

 

5. Langkah kelima, Memangkas Dahan

Tahap ini kita melakukan pemangkasan terhadap dahan-dahan yang memiliki pola kurang sesuai dengan keinginan kita. Memangkas dahan juga akan membuat bakalan bonsai lebih menarik dan merangsang tanaman ini untuk menumbuhkan daun yang baru. Hasil akhir yang diharapkan pada tahap ini ialah terbentuknya dahan dan batang yang kuat dan terlihat klasik.

Bonsai bunga mawar-jogjabotani

 6. Langkah keenam, Membentuk pola bonsai

Tahap membentuk pola bonsai membutuhkan alat berupa kawat. Untuk fungsi dari pemakaian kawat adalah untuk membentuk bonsai sesuai selera. Dengan cara menahan pergerakan pertumbuhan pohon dan mengarahkan kepada bentuk yang kita inginkan.

Kawat yang dipasang pada bonsai ini dibiarkan sekian waktu, sampai terbentuk pola yang sesuai dengan keinginan. Untuk mendapat hasil yang terbaik, perlu untuk mengetahui tahapan dalam memamasang kawat dengan tepat. Berikut ini tahapan-tahapannya.

Tahapan pertama adalah melilitkan kawat secara memutar dari pangkal dahan bonsai sampai ujung dahan. Tahap ini cukup penting dan berpengaruh besar untuk hasil kedepannya. Untuk itu perlu hati-hati dan teliti dalam melakukannya, terutama pemasangan kawat pada daun jangan merusaknya. Bisa menggunakan alat bantu seperti tang untuk memudahkan proses melilitkan kawat.

Namun, kita juga tidak boleh ragu atau takut saat proses pemasangan kawat. Sebab bekas kawat yang melilit akan membentuk pola guratan yang menarik. Bisa jadi karena kesalahan pemasangan kawat, kedepannya bisa membuat bonsai menjadi unik dan indah.

Tahapan terakhir adalah melepas kawat pada tanaman bonsai. Pelepasan dilakukan ketika kawat yang melilit sudah mulai terlihat masuk kedalam batang bonsai.

 

7. Langkah ketujuh, Memberi pupuk bonsai

Langkah terakhir dalam proses membuat bonsai adalah pemupukan. Proses pemupukan merupakan bentuk booster agar cepat tercipta anak ranting yang rapat. yang perlu diperhatikan pada proses npemupukan adalah pada takaran dan konsentrasi pupuk yang harus sesuai dengan jenis tanaman.

Perbedaan setiap jenis pupuk terletak pada kandungan nitrogen, fosfor, dan potassium. Ketiga jenis bahan tersebut merupakan faktor penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bonsai.

pastikan memilih pupuk yang sesuai untuk setiap jenis tanaman, saya contohkan tanaman anting putri hanya cocok dengan pupuk yang sifatnya soft, seperti Decastar, pemupukan berlebihan pada anting putri bisa mengakibatkan daun menjadi kuning atau bahkan mati.





inti dari proses adalah kesabaran, semoga bermanfaat, salam budidaya


 

 Baca juga:

Tips Trick Bonsai Asem Jawa

Membuat Bonsai Sancang

Bonsai Hokianti

Anting Putri

Jenis-jenis Beringin (ficus)

Tentang Bonsai Kimeng

 

Langkah Mudah Membuat Bonsai

Tentang Bonsai Cemara Udang

Jenis Pohon Cemara

Bonsai Boxus

Cangkok Akar Bonsai

Membuat Bonsai Kawista

Klasifikasi Bonsai Waru