Pohon Waru (Hibiscus)
Terdapat beberapa jenis pohon waru yang tumbuh liar di berbagai tempat di negara kita,diantaranya adalah sebagai berikut.
- Hibiscus similis Bl. (waru gunung atau waru gombong) memiliki
bentuk pohon, daun, bunga dan buah yang serupa dengan Hibiscus
tiliaceus, dengan hanya sedikit perbedaan. Di antaranya, dengan kelenjar
tulang daun yang lebih jauh dari pangkal; tangkai bunga yang sedikit
lebih pendek; daun kelopak yang hanya melekat setengah jalan; dan biji
yang berambut kasar.
- Hibiscus macrophyllus Roxb. (tisuk atau waru lanang) memiliki
bentuk pohon yang kurus tinggi, terutama ketika muda; berdaun jauh
lebih lebar; dengan daun penumpu yang panjang
- Thespesia populnea Soland. juga disebut waru laut atau waru
lot; memiliki daun seperti kulit yang tidak berbulu, melainkan bersisik
coklat rapat, tampak jelas pada daun yang muda. Bunga serupa dengan
bunga waru, namun tangkai putiknya tidak berbagi di ujungnya..
- Hibiscus mutabilis L. disebut juga waru landak. Berukuran
daun lebih kecil, 5-8 cm. Bunganya keluar dari ketiak daun dan berkumpul
di ujung tangkai. Pada pagi hari, bunganya putih dan berbentuk dadu,
dan di sore hari layu menjadi merah. Lendir daun digunakan untuk
melunakkan bisul yang keras
Adapun masih banyak jenis pohon waru yang sudah dikembangbiakkan di
Indonesia,khususnya untuk tanaman hias terdapat berbagai jenis pohon
waru,termasuk waru variegata.Berikut adalah beberapa contoh model bonsai dari
material pohon waru yang mungkin bisa kita jadikan refferens
Pada umumnya tanaman ini dikenal sebagai pohon
peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun
tajuknya tidak terlalu rimbun, waru disukai karena akarnya tidak dalam
sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Waru mudah
diperbanyak dengan stek. Namun, lebih bagus tumbuhan ini diperbanyak
dengan biji agar menghasilkan akar yang lebih sehat.
Banyak para pemula dalam bonsai yang menganggap bahan waru
lokal atau jawa tidak bagus. Anggapan tersebut
dikarenakan seringnya melihat pohon waru perindang dipinggir jalan dengan ukuran daun yang besar sehingga menganggap waru tidak bagus dijadikan bonsai. Sebenarnya kalau tau tehniknya pohon waru dijadikan
bahan bonsai bisa sangat istimewa dengan batang berkarakter tua dan perakaran yang bagus.
Pembentukan waru relatif mudah, pohon ini bertumbuh dengan cepat serta sangat tahan
terhadap perlakuan keras menjadi poin plus untuk membuat
pohon ini menjadi bonsai berkualitas. sobat jogjabotani, meskipun pohon waru
lokal / waru jawa ini tumbuh liar dengan harga bibit yang sangat murah bahkan gratis dengan mencari sendiri dipinggir jalan,
namun keindahannya tidak kalah dengan bonsai jenis pohon lain.
Kita bisa mulai menanam dan membuat bonsai waru lokal / bonsai
waru jawa dengan cara stek batang, cangkok ataupun pendongkelan dari
alam.
baca juga: Tips Merawat Bonsai Anting Putri
Cara Mengecilkan Daun Bonsai Waru Lokal
Sebenarnya untuk mengecilkan daun waru adalah mudah sama dengan
teknik mengecilkan daun bonsai bahan pohon lainnya. Prinsipnya dengan banyaknya ranting tumbuh
maka otomatis daun waru akan mengecil. Jadi ketika
menghendaki daun berukuran kecil sebaiknya program perantingan dan pruning rutin juga
diperhatikan. Selain cara memperbanyak perantingan, pengerdilan daun
juga bisa dilakukan dengan cara memindah bonsai ke media pot yang berukuran
lebih kecil dan pemanasan sinar matahari penuh.
Penggunaan media pot yang berukuran kecil akan membuat ukuran daun
tumbuh berukuran mengecil. Hal ini dikarenakan akar waru yang sudah
banyak memenuhi pot akan mengurangi pula kita penggunaan media tanah.
Dari terbatasnya media tanah, jumlah unsur hara yang diserap dari media
tanah akan sedikit pula, padahal akan dibagi ke banyak ranting. Cara
tersebut efektif untuk mengerdilkan daun bonsai waru lokal atau
bonsai waru jawa.
bagi sobat jogjabotani yang masih dalam proses awal pembentukan karakter
batang bonsai atau pembentukan karakter akar, pengecilan daun ini
tidak disarankan. Ukuran daun yang kecil ini memperlambat juga pembesaran ranting dan akar. Jadi kalau daun sudah berukuran
kecil dengan media pot yang kecil pula akan sulit membentuk besar
batang, percabangan dan akar. Pengerdilan daun ini dilakukan ketika
semua tahap pembentukan karakter batang akar dan ranting sudah tercapai.
Program WaruPerlu diketahui pohon waru tidak seperti kimeng yang cepat pulih apabila dilakukan
pecah batang. Waru sedikit proses dan butuh pengontrolan agar batang
waru tidak terendam media tanah. Bersihkan selalu tanah yang mengenai
bekas luka akibat pecah batang agar kambium pohon tidak membusuk. Agar
luka bekas pecah batang cepat pulih, kita bisa selimuti bekas luka
tersebut dengan kain agar lembab. Dengan kondidi lembab, luka
kambium bisa cepat menutup.

Pemangkasan akar pohon waru dilakukan lebih sering dari pohon pada umumnya, mengingat pohon ini memiliki akar yang cepat sekali tumbuh,
Habitat Dan Media Tanam
Pohon waru biasanya tumbuh subur disamping parit atau sungai dengan sinar matahari sepanjang hari, Untuk media Pohon waru tidak terlalu sulit, bahkan tanah murni dicampur pupuk untuk pohon ini juga sudah bagus, biasanya para pebonsai menggunakan tanah dicampur pasir malang atau sekam(bisa ditambah cocopead). untuk pupuk juga pohon waru tergolong mudah beradaptasi.
Baca juga:
Tips Trick Bonsai Asem Jawa
Membuat Bonsai Sancang
Bonsai Hokianti
Anting Putri
Jenis-jenis Beringin (ficus)
Tentang Bonsai Kimeng
Langkah Mudah Membuat Bonsai
Tentang Bonsai Cemara UdangJenis Pohon Cemara
Klasifikasi Bonsai Waru